Masyarakat Surabaya menyebutnya sebagai Rumah Hantu Darmo (RHD). Sebuah rumah yang megah berlantai 3 terletak di komplek perumahan elit Darmo Permai, tepatnya di Jalan Darmo Permai II No 26, Sukomanunggal, Surabaya. Jika diamati dengan seksama, dulunya rumah bercat putih itu tentunya sangat mewah. Setidaknya hal itu terlihat dari arsitekturnya yang bergaya Eropa.

    
Namun karena lama tak terurus, kemewahan rumah itu menjadi sirna. Yang tersisa cuma puing-puing bangunan besar, di sana-sini mulai ditumbuhi tanaman merambat serta corat-coret tulisan di beberapa dindingnya. Rumah itu nyaris terbuka, tanpa pintu-pintu dan daun jendela. Juga tak memiliki pagar keliling. Maka sepintas mirip rumah yang belum jadi. Atau sengaja dihentikan pembangunannya di tengah jalan.

Benarkah?  Entahlah. Tapi yang pasti sejak 1990 an rumah ini dibiarkan terbengkalai begitu saja. Tidak dirawat, tidak dihuni. Kabarnya pada 1997 rumah ini sempat terbakar. Mungkin karena dilalap api, rumah ini hanya tinggal kerangka dan dinding beton. Sementara atap-atapnya  telah lenyap.



Mungkin karena tanpa penerangan, jika malam  tiba lokasi di sekitar rumah ini terkesan horor. Apalagi lingkungan di sekitarnya relatif sepi. Lewat mahgrib, cuma lewat satu dua kendaraan. Rasanya banyak orang yang enggan lewat jalan di depannya. Suasana yang cukup seram di rumah ini bisa membuat bulu roma berdiri jika cukup lama memandangnya. Apalagi pada malam hari.

Rumor yang beredar sesuai julukannya Rumah Hanto Darmo (RHD) banyak dihuni bangsa lelembut. Setidaknya hal itu dikuatkan dengan cerita beberapa warga yang tinggal di sekitar RHD. Suni, seorang pembantu rumah tangga di kawasan itu mengaku melihat seorang wanita dan tiga anaknya masuk ke dalam RHD. Saat itu sudah malam, sekitar pukul 20.00. Hujan rintik-rintik.



“Sepertinya mereka baru turun  dari taksi. Terus masuk ke rumah itu. Nggak keluar-keluar. Karena penasaran, saya menunggu beberapa saat. Mereka tetap nggak keluar,” cerita Suni.

Menurut Suni peristiwa itu terjadi setahun lalu. “Saya kemudian sadar bahwa yang masuk ke rumah itu bukan manusia. Mungkin saja penghuninya, tapi dari alam lain,” tutur Suni yang segera bergegas meninggalkan RHD. “Saya lari cepat-cepat sampai sandal saya putus.”



Kisah menyeramkan RHD diungkapkan seorang penjual sate ayam keliling. Malam itu, sekitar pukul 22.30, penjual sate bernama Rohmat itu kebetulan melintas di depan RHD. Tiba-tiba ada suara memanggil. Begitu menoleh, tiba-tiba muncul tiga sosok manusia dari salah satu pintu depan RHD yang terbuka.

Rohmat berpikir mereka pasti hendak memesan sate. Tapi begitu didekati, jantung Rohmat seperti mau copot. “Wajah ketiganya sangat menyeramkan…setan!” cetus Rohmat seperti dikisahkan kembali oleh salah seorang petugas keamanan komplek perumahan tersebut.  



Seorang pemilik usaha laundry di kawasan Darmo Permai punya pengalaman tak kalah menakutkan. Suatu hari di akhir pekan ia menerima telepon dari seorang pelanggan misterius. Pelanggan itu mengaku akan menyucikan beberapa pakaiannya. Sebelum menutup telepon, pelanggan tersebut memberikan alamat rumahnya.           

Dianggap rezeki, pemilik laundry itu segera mendatangi alamat yang diberikan pelanggan tadi. Alamatnya jelas, Jalan Darmo Permai II No 26. Ketika itu hari sudah mulai gelap. Namun dalam penglihatan pemilik laundry, alamat yang dituju berupa rumah besar yang mewah. Setelah memencet tombol, seorang pembantu keluar sambil membawa keranjang pakaian kotor.

Ketika menerima pakaian kotor dari pembantu rumah itu, mendadak bulu kuduk pemilik laundry itu berdiri. “Ada yang aneh dengan pembantu rumah itu. Wajahnya dingin, sorot matanya kosong. Ia tak mengucapkan sepata kata pun,” cerita pemilik laundry tersebut pada salah seorang tetangganya.

Merasa ada yang tak beres, setelah menerima pakaian kotor itu pemilik laundry tersebut beranjak pergi. Namun  baru beberapa langkah ia berhenti dan menoleh ke belakang. Bukan main terkejutnya pemilik laundry itu karena yang dilihatnya bukan lagi sebuah rumah mewah. Tapi rumah kosong yang tak terurus dan banyak ditumbuhi ilalang. Saat itu pemilik laundry baru sadar bahwa dirinya telah mendatangi RHD. Ia terbirit-birit sambil membuang pakaian kotor yang diberikan pembantu rumah tersebut.  

Berbagai cerita mistis tentang RHD menyebar luas dan menjadi perbincangan yang tak putus-putusnya khususnya bagi warga Surabaya. Sejak itu banyak orang berdatangan untuk melihat keangkeran RHD dari dekat. Selain untuk berselfie ria, rumah itu juga jadi lokasi pacaran anak-anak muda. Ada juga yang nekat memanfaatkan sepi dan gelapnya bangunan itu untuk berbuat hal-hal yang melanggar hukum. Seperti mabuk-mabukan sampai mengonsumsi obat terlarang.     

Agar tidak semakin runyam dan membahayakan, Pemerintah Kota Surabaya bertindak cepat. Lewat petugas Satpol PP, mereka melarang siapapun memasuki area RHD. Mereka juga memasang garis kuning di sekeliling bangunan itu agar tidak dilanggar. Namun ternyata larangan ini kurang efektif. Sebab diam-diam masih banyak yang nekat memasuki RHD ketika hari sudah gelap dan suasana di sekeliling telah sepi.

Sementara itu berbagai isu tak sedap terus mewarnai keberadaan RHD. Ada yang meyakini kisah awal tentang RHD terkait dengan pesugihan dan tumbal yang harus dibayar. Disebut-sebut pemilik rumah itu tewas bersama seluruh keluarganya karena gagal membayar tumbal kepada sang gaib. Mereka meninggal karena kapalnya tenggelam di Selat Bali.       

Cerita yang lebih bisa dipercaya keluar dari mulut Sutrisno, seorang satpam yang sudah bekerja di komplek perumahan itu sejak 1976. Seingatnya pemilik RHD adalah seorang warga keturunan, namanya William. Suatu hari William yang diketahui bekerja di Singapura itu berlibur ke Bali.

Namun saat makan bersama ketujuh keluarganya di tepi pantai, mereka terseret ombak. Tak satu pun ada yang selamat. “Sejak itu rumah ini terbengkalai, tak terurus. Karena seluruh keluarga Pak William meninggal dalam musibah itu,” kata Sutrisnos. (*)  

 

 

     Di mana anda bisa datang dan berkonsultasi dengan Jeng Asih?

JAKARTA :
Hotel Melawai 2 Jl Melawai Raya No 17 Blok M Jakarta Selatan Tlp (021) 2700447 Hp 08129358

PATI :
Jl Diponegoro No 72 Pati-Jawa Tengah Tlp (0295) 384034 Hp 08122908585 [Selasa dan Rabu]

BATAM :
Nagoya Plaza Hotel [Setiap Kamis dan Jumat (Minggu I)]

 

          

10 Terpopuler