Jika anda dalam perjalanan dari arah Surabaya ke Malang, sebelum melewati Pasar Lawang, persis di kelokan fly over, coba arahkan pandangan ke kanan. Dari kejauhan anda akan melihat bangunan tinggi putih. Sebuah bangunan kuno yang tak terurus.

 



Bila penasaran dengan bangunan tersebut, anda turun dan mendekatinya. Jalannya cukup menanjak, namun tak begitu jauh dari jalan raya.

Begitu dekat, anda pasti takjub melihatnya. Bangunan itu masih kokoh berdiri, menyisakan bekas-bekas kemewahannya. Dari bentuk arsitekturnya, jelas bangunan tersebut mengadopsi gaya Victorian. Semakin menguatkan dugaan bahwa usia bangunan ini sudah sangat uzur. Mungkin lebih dari 100 tahun. Agaknya bangunan itu didirikan pada masa kolonial, ketika arsitektur Victorian menjadi primadona.



Pada masanya bangunan itu tentu mega, menjadi pusat perhatian, dihuni para bangsawan atau tamu-tamu terhormat lainnya. Tapi sekarang kondisinya bertolak belakang. Bangunan itu terlihat kosong, tanpa penghuni, dan mulai rusak di sana-sini karena tidak dirawat.



Tanpa penerangan, jika malam tiba suasana di sekitar bangunan itu menjadi sangat menyeramkan. Ditambah berbagai cerita horor seputar bangunan itu, rasanya tak seorang pun berani mendatanginya setelah hari gelap. Dan itu bukan tanpa alasan. Banyak kisah menakutkan berhembus dari bangunan yang sepintas mirip hotel karena memiliki puluhan kamar tersebut.   



Warga sekitar menyebut bangunan itu Wisma Erni. Nama ini merujuk pada wanita pemilik bangunan angker itu. Cerita yang beredar, Erni merupakan istri kedua seorang pengusaha Cina. Pengusaha semasa hidupnya dikenal kaya raya yang menetap di Lawang dan membangun Wisma Erni.

Tragisnya, suatu malam sebuah musibah merenggut nyawa keluarga ini. Mereka dihabisi kawanan perampok. Tak seorang pun yang selamat. Mungkin karena meninggal secara tak wajar, arwah Erni menjadi penasaran. Seringkali ia masih menampakkan diri dengan pakaian mirip noni-noni Belanda. Tempat favoritnya di balkon lantai 2.



Sejak semua penghuni rumah itu meninggal, Wisma Erni dibiarkan kosong. Tak seorang pun keluarga mereka berniat menempatinya. Hal itu dibenarkan Masud, Ketua RW setempat. “Seingat saya setelah pemiliknya meninggal, Wisma Erni dibiarkan kosong. Saya juga tidak tahu siapa pemiliknya sekarang,” ungkap Masud.

Masud mengaku sempat beberapa tahun menjadi penjaga Wisma Erni. Namun sejauh itu ia tak pernah mengalami hal-hal menakutkan. “Yang namanya hantu atau makhluk halus, saya tidak pernah melihat. Nggak tahu orang lain,” tuturnya.

Berbeda dengan Masud, warga lain justru kerap melihat sosok Erni. “Kalau warga di sini sudah biasa memergokinya. Awalnya kami mengira itu hantu noni Belanda. Tapi orang-orang pintar bilang itu Erni, pemilik rumah yang arwahnya gentayangan,” cerita Sueb, tukang ojek yang tinggal tak jauh dari Wisma Erni. (*)

 

 

Di mana anda bisa datang dan berkonsultasi dengan Jeng Asih?

JAKARTA :
Hotel Melawai 2 Jl Melawai Raya No 17 Blok M Jakarta Selatan Tlp (021) 2700447 Hp 08129358

PATI :
Jl Diponegoro No 72 Pati-Jawa Tengah Tlp (0295) 384034 Hp 08122908585 [Selasa dan Rabu]

BATAM :
Nagoya Plaza Hotel [Setiap Kamis dan Jumat (Minggu I)]








10 Terpopuler