Beberapa bulan ini Wati merasakan perangai suaminya, Sultan, agak berubah. Penampilan lelaki yang sudah memberinya 3 anak itu tampak necis. Tubuhnya senantiasa tercium wangi karena disemprot parfum. Yang membuat Wati curiga dengan tingkah suaminya  yang mulai genit itu adalah jadwal pulang kerjanya. Sebagai pegawai kecamatan, Sultan biasanya sudah di rumah sebelum jam 16.00 sore. Namun akhir-akhir ini sang suami sering terlambat pulang. Beberapa kali bahkan sampai jauh malam baru tiba di rumah.


Jika ditanya, Sultan sudah siap dengan seribu alasan. Katanya ia sedang ada job menjualkan tanah milik seorang teman. Kali lain, ia lagi mengurus surat izin pembangunan sebuah supermarket. “Nanti kalau gol, dapat komisi, hasilnya kan untuk keluarga juga. Karena itu jangan banyak tanya dan curiga kalau suami terlambat pulang,” sergah Sultan. “Kalau nggak cari tambahan begini apa gajiku cukup untuk makan? Biarlah aku cari obyekan agar hidupku kita tidak selalu kekurangan,” imbuh Sultan.

Mula-mula Wati percaya dengan penjelasan suaminya. Tapi karena sikap sang suami semakin menjadi-jadi, Wati tak mampu lagi menahan perasaannya. Apalagi setelah itu terdengar kabar negatif tentang perilaku suaminya di luar rumah. Hati Wati mendidih. Sebab informasi yang didengarnya, suaminya itu kecantol seorang janda pemilik salon yang menjadi langganannya selama ini.

Wati mengaku kenal dengan pemilik salon tersebut. “Sebenarnya penampilan pemilik salon itu biasa saja. Tidak terlalu cantik. Umurnya juga lebih tua dari saya,” tutur Wati saat berkonsultasi dengan Jeng Asih.

Lalu apa yang membuat Sultan tergoda pada janda pemilik salon itu. “Nggak tahu ya, kenapa Mas Sultan sampai tergoda. Bisa jadi suami saya kena guna-guna. Karena setelah dekat dengan wanita itu, Mas Sultan terlihat selalu gelisah dan nggak betah di rumah,” ungkap Wati dengan mata berkaca-kaca.

Mendengar cerita Wati, Jeng Asih terlihat mengangguk-angguk. “Apakah Mbak Wati menyimpan foto wanita itu?” tanya Jeng Asih kemudian. Setelah beberapa saat mengotak-atik Hp miliknya, Wati menyodorkannya kepada Jeng Asih. “Itu wanitanya Bu, yang ada di Hp,” ujar Wati.

Jeng Asih memperhatikan foto wanita itu lekat-lekat. Setelah itu terlihat matanya terpejam, sepertinya ia sedang berkonsentrasi, menerawang sosok wanita tersebut. Tak lama kemudian, Jeng Asih membuka matanya. Ia menarik nafas dalam-dalam. “Benar dugaan mbak, wanita ini sangat jahat. Ia suka menggunakan ilmu hitam untuk menaklukkan lelaki yang diincarnya. Dan suami mbak telah menjadi salah satu korbannya,” kata Jeng Asih.

Untuk mengalahkan ilmu hitam yang digunakan wanita penggoda tadi, menurut Jeng Asih bukan hal sulit. “Karena ia mendapatkan ilmu ini tidak dengan cara nglakoni sendiri, melainkan atas jasa seorang dukun. Istilahnya ini ilmu cas-casan,” lanjut Jeng Asih.

Agar Wati bisa memenangkan pertarungan melawan wanita penggoda si pemilik salon, Jeng Asih menawarkan sebuah produk gaib maha dahsyat yang disebut Pupur Ken Dedes. “Wujudnya seperti pupur, bisa digunakan seperti memakai kosmetik. Setelah dipakai, daya magis pupur ini langsung bekerja. Daya tarik plus daya peletnya akan membuat setiap pria yang melihat kesengsem dan jatuh hati. Menurut saya Pupur Ken Dedes sudah cukup untuk memikat kembali suami mbak, sekaligus melupakan wanita penggoda yang telah menjeratnya dengan ilmu hitam. Dan dijamin setelah itu suami mbak tidak akan macam-macam lagi, tunduk takluk kepada mbak,” yakin Jeng Asih.

Apa yang diungkapkan Jeng Asih benar-benar menjadi kenyataan. Setelah Wati menggunakan Pupur Ken Dedes, suaminya, Sultan seperti tersadarkan dan kembali sayang kepadanya. Berkat Pupur Ken Dedes, rumah tangga Wati berhasil diselamatkan dari ancaman seorang janda penggoda. (*)

 


Di mana anda bisa datang dan berkonsultasi dengan Jeng Asih?


JAKARTA :
Hotel Melawai 2 Jl Melawai Raya No 17 Blok M Jakarta Selatan Tlp (021) 2700447 Hp 08129358

PATI :
Jl Diponegoro No 72 Pati-Jawa Tengah Tlp (0295) 384034 Hp 08122908585 [Selasa dan Rabu]

BATAM :
Nagoya Plaza Hotel [Setiap Kamis dan Jumat (Minggu I)]

10 Terpopuler